<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bursa Motor Bekas dan Aksesoris Motor</title>
	<atom:link href="http://malmotor.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://malmotor.com</link>
	<description>bursa motor bekas, bursa motor, kredit motor, aksesoris motor, gambar motor, harga motor, iklan motor, otomotif motor, bengkel motor, majalah motor</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Apr 2010 04:28:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Helm Standar Nasional Indonesia (SNI)</title>
		<link>http://malmotor.com/archives/421</link>
		<comments>http://malmotor.com/archives/421#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 04:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malmotor.com/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[Mulai tanggal 1 April kemarin, pengendara motor wajib menggunakan helm SNI, karena kalau tidak, pengendara akan dikenakan denda Rp 250.000 atau kurungan paling lama satu bulan, seperti yang tertuang dalam Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.
Kewajiban ini bukan untuk membebani masyarakat karena harus membeli helm baru, tapi sebaliknya pemerintah berusaha [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mulai tanggal 1 April kemarin, pengendara motor wajib menggunakan helm SNI, karena kalau tidak, pengendara akan dikenakan denda Rp 250.000 atau kurungan paling lama satu bulan, seperti yang tertuang dalam Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan.</p>
<p>Kewajiban ini bukan untuk membebani masyarakat karena harus membeli helm baru, tapi sebaliknya pemerintah berusaha melindungi pengendara dari akibat yang fatal karena helm yang digunakan tidak sesuai dengan standar pengamanan daerah kepala.</p>
<p>Berikut adalah persyaratan umum sebuah helm SNI.</p>
<p><strong>1. Material</strong><br />
Bahan helm harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:</p>
<ol>
<li> Dibuat dari bahan yang kuat dan bukan logam, tidak berubah jika ditempatkan di ruang terbuka pada suhu 0 sampai 55 Derajat Celcius selama paling sedikit 4 jam dan tidak terpengaruh oleh radiasi ultra violet, serta harus tahan dari akibat pengaruh bensin, minyak, sabun, air, deterjen dan pembersih lainnya;</li>
<li> Bahan pelengkap helm harus tahan lapuk, tahan air dan tidak dapat terpengaruh oleh perubahan suhu;</li>
<li>Bahan-bahan yang bersentuhan dengan tubuh tidak boleh terbuat dari bahan yang dapat menyebabkan iritasi atau penyakit pada kulit, dan tidak mengurangi kekuatan terhadap benturan maupun perubahan fisik sebagai akibat dari bersentuhan langsung dengan keringat, minyak dan lemak si pemakai.</li>
</ol>
<p><strong>2. Konstruksi</strong><br />
Konstruksi helm harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Helm harus terdiri dari tempurung keras dengan permukaan halus, lapisan peredam benturan dan tali pengikat ke dagu,</li>
<li>Tinggi helm sekurang-kurangnya 114 milimeter diukur dari puncak helm ke bidang utama yaitu bidang horizontal yang melalui lubang telinga dan bagian bawah dari dudukan bola mata,</li>
<li>Keliling lingkaran bagian dalam helm adalah sebagai berikut:<br />
<table style="height: 107px;" border="1" cellspacing="1" cellpadding="0" width="344" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>Ukuran</td>
<td>Keliling Lingkaran Bagian dalam (mm)</td>
</tr>
<tr>
<td align="center">S</td>
<td align="center">Antara 500 – kurang dari 540</td>
</tr>
<tr>
<td align="center">M</td>
<td align="center">Antara 540 – kurang dari 580</td>
</tr>
<tr>
<td align="center">L</td>
<td align="center">Antara 580 – kurang dari 620</td>
</tr>
<tr>
<td align="center">XL</td>
<td align="center">Lebih dari 620</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</li>
<li>Tempurung terbuat dari bahan yang keras, sama tebal dan homogen kemampuannya,<br />
tidak menyatu dengan pelindung muka dan mata serta tidak boleh mempunyai<br />
penguatan setempat,</li>
<li>Peredam benturan terdiri dari lapisan peredam kejut yang dipasang pada permukaan<br />
bagian dalam tempurung dengan tebal sekurang-kurangnya 10 milimeter dan jaring helm<br />
atau konstruksi lain yang berfungsi seperti jaring helm,</li>
<li>Tali pengikat dagu lebarnya minimum 20 milimeter dan harus benar-benar berfungsi<br />
sebagai pengikat helm ketika dikenakan di kepala dan dilengkapi dengan penutup telinga<br />
dan tengkuk,</li>
<li>Tempurung tidak boleh ada tonjolan keluar yang tingginya melebihi 5 milimeter dari<br />
permukaan luar tempurung dan setiap tonjolan harus ditutupi dengan bahan lunak dan<br />
tidak boleh ada bagian tepi yang tajam,</li>
<li>Lebar sudut pandang sekeliling sekurang-kurangnya 105 derajat pada tiap sisi dan sudut<br />
pandang vertikal sekurang-kurangnya 30 derajat di atas dan 45 derajat di bawah bidang<br />
utama (lihat Gambar 3a, 3b, dan 3c).</li>
<li>Helm harus dilengkapi dengan pelindung telinga, penutup leher, pet yang bisa<br />
dipindahkan, tameng atau tutup dagu.</li>
<li>Daerah pelindung helm adalah sebagai berikut:
<ol>
<li>Tempurung harus menutupi semua titik-titik di atas bidang AA’ dan minimal di bawah garis CDEF pada kedua sisi dari pola kepala uji (headform), lihat Gambar 2</li>
<li>Lapisan pengaman harus menutupi semua daerah seperti yang dispesifikasikan pada bagian (1) kecuali bagian dari tempurung yang lain.</li>
</ol>
</li>
<li> Helm tidak boleh mempengaruhi fungsi aura dari pengguna terhadap suatu bahaya.<br />
Lubang ventilasi dipasang pada tempurung sedemikian rupa sehingga dapat<br />
mempertahankan temperatur pada ruang antara kepala dan tempurung.</li>
<li>Setiap penonjolan ujung dari paku/keling harus berupa lengkungan dan tidak boleh<br />
menonjol lebih dari 2 mm dari permukaan luar tempurung.</li>
<li>Helm harus dapat dipertahankan di atas kepala pengguna dengan kuat melalui atau<br />
menggunakan tali dengan cara mengaitkan di bawah dagu atau melewati tali pemegang<br />
di bawah dagu yang dihubungkan dengan tempurung.</p>
<ol>
<li>Jika peralatan penahan dilengkapi dengan tali pemegang, minimal lebar 20 mm dan harus mampu menahan beban statis 150 N ± 5 N</li>
<li>Tali pemegang tidak perlu dilengkapi dengan tutup dagu</li>
<li>Peralatan yang digunakan untuk membuka peralatan penahan harus dilakukan dengan kesengajaan. Jika peralatan pembuka digerakkan dengan menggunakantekanan, maka peralatan tersebut tidak mungkin terbuka hanya oleh dorongan bola berdiameter 100 mm</li>
</ol>
</li>
<li>Pelindung
<ol>
<li>Helm yang dilengkapi dengan pelindung yang akan diuji dipasang di atas pola kepala uji dari ukuran tertentu sesuai dengan spesifikasi.</li>
<li>Pada saat menempatkan pelindung pada posisi atas, sudut antara garis tangensial RS seperti yang tertera pada Gambar 4 dan arah horizontal minimal 5o dan titik R diposisikan pada bagian yang lebih rendah dari permukaan horizontal yang melewati titik S.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p align="center">Konstruksi Helm Half Face</p>
<div id="attachment_423" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://malmotor.com/wp-content/uploads/2010/04/desain2.jpg"><img class="size-medium wp-image-423" title="desain2" src="http://malmotor.com/wp-content/uploads/2010/04/desain2-300x197.jpg" alt="Konstruksi Helm Half Face" width="300" height="197" /></a><p class="wp-caption-text">Konstruksi Helm Half Face</p></div>
<p align="center">Konstruksi Helm Full Face</p>
<div id="attachment_422" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://malmotor.com/wp-content/uploads/2010/04/desain.jpg"><img class="size-medium wp-image-422" title="desain" src="http://malmotor.com/wp-content/uploads/2010/04/desain-300x196.jpg" alt="Konstruksi Helm Full Face" width="300" height="196" /></a><p class="wp-caption-text">Konstruksi Helm Full Face</p></div>
<p><a href="http://malmotor.com/SNI_1811-2007.pdf">Download PDF File</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malmotor.com/archives/421/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kembalinya Kymco</title>
		<link>http://malmotor.com/archives/411</link>
		<comments>http://malmotor.com/archives/411#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 01:28:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malmotor.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Kymco pelopor skuter matic Indonesia, kembali hadir dengan nama baru Benson. Kymco yang dilahirkan kembali oleh PT Benson Power Mobility (BPM) langsung merilis 2 skuter terbarunya pada tanggal 21 Maret lalu di Depnasar Bali, yakni Benson Like yang dibandrol 24 Jutaan dan Super 8 yang dibandrol 21 Jutaan.
Kedua skuter tersebut menggunakan mesin berkapasitas 150 cc, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kymco pelopor skuter matic Indonesia, kembali hadir dengan nama baru Benson. Kymco yang dilahirkan kembali oleh PT Benson Power Mobility (BPM) langsung merilis 2 skuter terbarunya pada tanggal 21 Maret lalu di Depnasar Bali, yakni Benson Like yang dibandrol 24 Jutaan dan Super 8 yang dibandrol 21 Jutaan.</p>
<p>Kedua skuter tersebut menggunakan mesin berkapasitas 150 cc, dengan 15% bodi lebih besar dari skuter yang ada dipasaran. Direktur Utama PT BPM mengatakan bahwa skuter Benson hadir lebih mewah dibandingkan sebelumnya.</p>
<p>Benson Like tampil dengan nuansa retro yang elegan dan mewah, dilengkapi dengan charger HP dibagian depannya. Tidak hanya itu, Benson Like memiliki 3 bagasi (depan, dibawah jok dan penambahan box). Sedangkan Super 8 hadir dengan cita rasa racing sport, PT BPM mengklaim bahwa Super 8 tampil lebih sporty dari pada rival-rivalnya yang ada dipasaran saat ini. Kedua skuter besutan PT BPM ini dilengkapi dengan pelek racing dan rem cakram depan dan belakang.</p>
<div id="attachment_412" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-412" title="Benson or Kymco Like" src="http://malmotor.com/wp-content/uploads/2010/03/kymco-like-4t-300x225.jpg" alt="Benson or Kymco Like" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Benson or Kymco Like</p></div>
<p>Kedua skuter ini masih didatangkan langsung dari Taiwan, meski berubah nama, PT BPM tidak ingin melucuti nuansa Kymco yang menjadi nenek moyangnya, hal ini tampak dengan masih munculnya logo Kymco dibagian depan.</p>
<div id="attachment_413" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-413" title="Benson or Kymco Super 8" src="http://malmotor.com/wp-content/uploads/2010/03/kymco_super8-300x213.jpg" alt="Benson or Kymco Super 8" width="300" height="213" /><p class="wp-caption-text">Benson or Kymco Super 8</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malmotor.com/archives/411/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mobil Pribadi Tidak Boleh Beli Premium</title>
		<link>http://malmotor.com/archives/407</link>
		<comments>http://malmotor.com/archives/407#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 02:50:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malmotor.com/?p=407</guid>
		<description><![CDATA[Karena kesulitan mengontrol harga minyak mentah dunia, pemerintah merencanakan pelarangan mobil pribadi menggunakan BBM bersubsidi (Premium). Tapi masih belum dijelaskan secara terperinci jenis dan tipe mobil apa yang dilarang itu.
Pemerintah mengharapkan peraturan ini dapat dijalankan tahun ini, saat ini tengah dirancang uji coba di Bintan, Bangka dan Bangka Belitung, tapi belum jelas kan kapan akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena kesulitan mengontrol harga minyak mentah dunia, pemerintah merencanakan pelarangan mobil pribadi menggunakan BBM bersubsidi (Premium). Tapi masih belum dijelaskan secara terperinci jenis dan tipe mobil apa yang dilarang itu.</p>
<p>Pemerintah mengharapkan peraturan ini dapat dijalankan tahun ini, saat ini tengah dirancang uji coba di Bintan, Bangka dan Bangka Belitung, tapi belum jelas kan kapan akan direalisasikan.</p>
<p>Pri Agung Rakhmanto, Direktur Eksekutif Reforminer Instetute mengatakan bahwa pelarangan itu bukanlah solusi dan sifatnya hanya mengerem laju pembengkakan subsidi, dan kriteria kendaraan seperti apa yang akan dilarang harus jelas, apakah kapasitas mesin atau harga kendaraan, atau kombinasi keduanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malmotor.com/archives/407/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s New Life, Let&#8217;s Freed</title>
		<link>http://malmotor.com/archives/287</link>
		<comments>http://malmotor.com/archives/287#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 07:08:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malmotor.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Itulah tagline untuk varian terbaru minvan produksi Honda, Freed. Diprediksikan Freed akan menjadi mobil pilihan utama keluarga.
Di Jepang, Freed diluncurkan pada tahun 2008 dan berhasil memperoleh penghargaan “Best Value” pada ajang Japan Car of the Year 2008-2009. Di Indonesia sendiri Freed diperkenalkan pada tanggal 21 Mei 2009, Freed yang diproduksi oleh  PT Honda Prospect [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Itulah tagline untuk varian terbaru minvan produksi Honda, Freed. Diprediksikan Freed akan menjadi mobil pilihan utama keluarga.</p>
<p>Di Jepang, Freed diluncurkan pada tahun 2008 dan berhasil memperoleh penghargaan <span class="regulartextdark">“Best Value” pada ajang Japan Car of the Year 2008-2009. Di Indonesia sendiri Freed diperkenalkan pada tanggal 21 Mei 2009, Freed yang diproduksi oleh </span><span class="regulartextdark"> PT Honda Prospect Motor, di Karawang Plan dan dipasarkan ke seluruh kawasan ASEAN.</span></p>
<p><span class="regulartextdark">Honda Freed merupakan sebuah Multi Purpose Vehicle (MPV) yang memadukan fungsionalitas dari sebuah kendaraan berkapasitas 7 penumpang, dengan desain stylish dan teknologi terdepan yang menjadi ciri produk Honda.  Selain itu, Freed juga menawarkan Power Sliding door dengan bukaan yang lebih lebar. Freed memiliki design kabin yang cukup unik dengan </span><span class="regulartextdark">menghadir King &amp; Queen Seat di baris kedua yang memudahkan komunikasi dan walk</span><span class="regulartextdark"> through cabin.</span></p>
<p><span class="regulartextdark">Bangku baris ketiga yang bisa dilipat ke atas dengan sistem lift up memberikan kapasitas kargo 672 liter (VDA), yang mampu menampung hingga 4 tas golf berukuran besar. Kenyamanan di dalam kabin Honda Freed pun dilengkapi dengan audio system yang dilengkapi dengan USB port dan Ipod Connector, yang merupakan pertama di kelasnya.</span></p>
<p><span class="regulartextdark">Fitur keselamatan tingkat tinggi yang menjadi ciri produk Honda, seperti G-CON+ACE, Dual SRS Airbags, pretensioner seat belt, dan pedestrian protection body, juga dihadirkan pada Honda Freed. Dengan semua fitur tersebut, Honda Freed meraih peringkat tertinggi 6 bintang dari Japan New Car Assessment Program (JNCAP)*.</span></p>
<p>Honda Freed didukung oleh mesin i-VTEC 1.5 liter yang menghasilkan keseimbangan ideal antara efisiensi bahan bakar dan tenaga yang besar. Mesin i-VTEC yang digunakan Honda Freed mampu menghasilkan tenaga sebesar 118 PS dengan torsi maksimal 146 Nm / 4800 rpm. Transmisi otomatis 5 percepatan (5 AT) untuk pertama kalinya digunakan pada sebuah mobil MPV untuk mencapai performa berkendara yang optimal.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-288" title="1246343082a" src="http://malmotor.com/wp-content/uploads/2009/07/1246343082a.jpg" alt="1246343082a" width="300" height="290" /></p>
<p><strong>Name : </strong> Freed<br />
<strong>Manufacturer : </strong> Honda<br />
<strong>Production :</strong> 2008-present<br />
<strong>Predecessor : </strong> Honda Mobilio<br />
<strong>Class : </strong> Mini MPV<br />
<strong>Body style(s) :</strong> 4-door 7-passenger minivan<br />
<strong>Layout : </strong>Front-engine design, front-wheel drive / four-wheel drive<br />
<strong>Engine(s) : </strong>1.5 L L15A VTEC I4<br />
<strong>Transmission(s) : </strong>CVT<br />
<strong>Wheelbase : </strong>2740 mm (107.9 in)<br />
<strong>Length : </strong>4215 mm (165.9 in)<br />
<strong>Width : </strong>1695 mm (66.7 in)<br />
<strong>Height : </strong>1715 mm (67.5 in)</p>
<p>Sumber :<br />
<a href="http://www.honda-indonesia.com">www.honda-indonesia.com</a><br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Honda_Freed">http://en.wikipedia.org/wiki/Honda_Freed</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malmotor.com/archives/287/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KETENTUAN PIDANA UU LLAJR 2009</title>
		<link>http://malmotor.com/archives/283</link>
		<comments>http://malmotor.com/archives/283#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 06:17:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malmotor.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[2 pasal penting dalam UU LLAJR 2009, pelanggaran ringan tapi sering tidak mendapat perhatian dari para pengendara kendaraan bermotor, bisa jadi pasal-pasal ini yang akan dijadikan senjata oleh oknum-oknum polisi untuk memperoleh keuntungan pribadi.
Pasal 278
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih di Jalan yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan berupa ban cadangan, segitiga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>2 pasal penting dalam UU LLAJR 2009, pelanggaran ringan tapi sering tidak mendapat perhatian dari para pengendara kendaraan bermotor, bisa jadi pasal-pasal ini yang akan dijadikan senjata oleh oknum-oknum polisi untuk memperoleh keuntungan pribadi.</p>
<p><strong>Pasal 278</strong><br />
Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih di Jalan yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan <strong>berupa ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan</strong> sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).</p>
<p><strong>Pasal 285</strong></p>
<p>(1) Setiap orang yang mengendarai Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi <strong>kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban</strong> sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) jo. Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).</p>
<p>(2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis yang meliputi <strong>kaca spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu tanda batas dimensi badan<br />
kendaraan, lampu gandengan, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul<br />
cahaya, alat pengukur kecepatan, kedalaman alur ban, kaca depan, spakbor,<br />
bumper, penggandengan, penempelan, atau penghapus kaca</strong> sebagaimana<br />
dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) jo. Pasal 48 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).</p>
<p>download <a href="http://malmotor.com/UU_LLAJR_2009.pdf">UU LLAJR 2009</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malmotor.com/archives/283/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Minerva Sachs MadAss 125cc</title>
		<link>http://malmotor.com/archives/275</link>
		<comments>http://malmotor.com/archives/275#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 05:16:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://malmotor.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Pertama kali lihat motor ini pertengahan tahun 2008, disalah satu bengkel knalpot sekitaran jalan pramuka, dan langsung jatuh cinta, design motor yang beda dengan motor-motor di Indonesia pada umumnya membuat Minerva Sachs MadAss 125CC ini menjadi tontonan. Sporty, simple tapi terkesan tangguh. Tangki bahan bakan yang menyatu dengan rangka, membuat motor ini semakin terlihat praktis, dan ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama kali lihat motor ini pertengahan tahun 2008, disalah satu bengkel knalpot sekitaran jalan pramuka, dan langsung jatuh cinta, design motor yang beda dengan motor-motor di Indonesia pada umumnya membuat Minerva Sachs MadAss 125CC ini menjadi tontonan. Sporty, simple tapi terkesan tangguh. Tangki bahan bakan yang menyatu dengan rangka, membuat motor ini semakin terlihat praktis, dan ini mungkin salah satu daya tarik dari Minerva Sachs MadAss 125 CC ini.</p>
<p>Minerva Sachs MadAss juga menyabet penghargaan yakni sebagai <strong>European Sport Motorcycle Best Choice 2008</strong>,  <strong>European Best Futuristic Design </strong>dan<strong> Indonesian Motorcycle of The Year 2008.</strong></p>
<p><strong>Harga OTR Jakarta Minerva MadAss XX 125 :  Rp 16.900.000 </strong></p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://www.minerva.co.id/app/webroot/media/color/colorimg/303.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Specifikasi</strong></p>
<table style="text-align:left" border="0" width="450">
<tbody>
<tr>
<td width="20" valign="top">1.</td>
<td width="192" valign="top">Engine Type</td>
<td width="267" valign="top">Four Stroke SOHC 2Valve</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">2.</td>
<td valign="top">Bore x Stroke</td>
<td valign="top">52.4 mm x 55.5 mm</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">3.</td>
<td valign="top">Cylinder Volume</td>
<td valign="top">125 cc</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">4.</td>
<td valign="top">Max Power</td>
<td valign="top">6,4KW/7500 rpm</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">5.</td>
<td valign="top">Max Torque</td>
<td valign="top">8.0 Nm/5000 rpm</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">6.</td>
<td valign="top">Emission Standard</td>
<td valign="top">EURO III</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">7.</td>
<td valign="top">Primary Transminssion Ratio</td>
<td valign="top">67/18 (3.722)</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">8.</td>
<td valign="top">Secondary Transmission Ratio</td>
<td valign="top">1. Drive 34/12 (2.833)<br />
2. Drive 39/17 (1.706)<br />
3. Drive 26/21 (1.238)<br />
4. Drive 23/24 (0.958)</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">9.</td>
<td valign="top">Front/Rear Sprocket Transmission Ratio</td>
<td valign="top">16:46</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">10.</td>
<td valign="top">Chain</td>
<td valign="top">428, 112 Links</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">11.</td>
<td valign="top">Compression ratio</td>
<td valign="top">9.3 : 1</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">12.</td>
<td valign="top">Oil Usage Capacity</td>
<td valign="top">800 ml</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">13.</td>
<td valign="top">Ignition System</td>
<td valign="top">CDI</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">14.</td>
<td valign="top">Spark Plug Type</td>
<td valign="top">DENSO U20FSU / NGK C7HSA</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">15.</td>
<td valign="top">Battery</td>
<td valign="top">12V/6AH</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">16.</td>
<td valign="top">Wheel Front</td>
<td valign="top">90/80-16</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">17.</td>
<td valign="top">Wheel Rear</td>
<td valign="top">120/70-16</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">18.</td>
<td valign="top">Measurement (L/W/H)</td>
<td valign="top">1830mm/760mm/1055mm</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">19</td>
<td valign="top">Rear Brake System</td>
<td valign="top">220 mm Single Piston Caliper</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">20.</td>
<td valign="top">Front Brake System</td>
<td valign="top">260 mm Ventilate Disc, Double Piston Caliper</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">21.</td>
<td valign="top">Front Fork</td>
<td valign="top">Hydraulic Pressure Spring Shock</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">22.</td>
<td valign="top">Brake System Oil</td>
<td valign="top">DOT4</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">23.</td>
<td valign="top">Fuel Tank Capacity</td>
<td valign="top">5.1 litter</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">24.</td>
<td valign="top">Handle Bar Width</td>
<td valign="top">760 mm</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">25.</td>
<td valign="top">Front Dip Angel</td>
<td valign="top">23</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">26.</td>
<td valign="top">Seat Height</td>
<td valign="top">830 mm</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">27.</td>
<td valign="top">Net Weight</td>
<td valign="top">95 kg</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">28.</td>
<td valign="top">Engine Oil</td>
<td valign="top">SAE 15 &#8211; 40W</td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://malmotor.com/archives/275/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
